Sabtu, 07 November 2009

INTERMEZZO

ITONG: PEREMPUAN. 18 TAHUN. MAHASISWI SEMESTER TIGA JURUSAN SASTRA JIPANG UNIVERSITAS GAMBAR MENGGAMBAR,

PAK AWA: AYAH ITONG. USIA DIRAHASIAKAN. BEKERJA DI SEBUAH RADIO SWASTA DI NGAJEGJOKARTO, DWIJAYA FM.





NDALEM JOGLO KEWAHIDAN, KROPYOK, PAGI HARI


ITONG SEDANG BERSIAP AKAN BERANGKAT KE KAMPUS. SEMBARI IA MEMPERSIAPKAN KEPERLUANNYA, IA BERDISKUSI RINGAN DENGAN AYAHNYA, PAK AWA. ITONG SEBENARNYA TIDAK TERLALU DEKAT DENGAN PAK AWA, JIKA DIBANDINGKAN DENGAN KEDEKATAN PAK AWA DAN FENDI, ADIK ITONG. AKAN TETAPI, ITONG DAN PAK AWA BISA KOMPAK APABILA SEDANG BERDISKUSI MASALAH POLITIK, EKONOMI, BUDAYA, DE EL EL (KAYAK PRESIDEN DAN MENTRINYA AJA).

ITONG DAN PAK AWA PAGI ITU SEDANG MENONTON DRAMA-REALITY SERU YANG SEDANG HANGAT MENJADI PERBINCANGAN DI SEMUA MEDIA. DRAMA-REALITY TERSEBUT MENCERITAKAN TENTANG PERMUSUHAN TIKUS (BUKAN NAMA SEBENARNYA) DAN KUCING (BUKAN NAMA SEBENARNYA). TIKUS DAN KUCING ADALAH JULUKAN DUA LEMBAGA YANG BERPENGARUH DI NEGARA MEREKA, INDONESIA (AH, SEBUT MERK). ITONG DAN PAK AWA SUDAH JIJIK DENGAN KEBUSUKAN KUCING. ITONG MEMBELA TIKUS.


ITONG (I): "Pak, kalau sudah gini, saya akan pindah kewarganegaraan saja!"

PAK AWA (PA): "Lha kenapa?"

I: "Saya sudah muak dengan air mata Kucing! Saya malu! Saya ingin jadi warga negara Jepang (ah, sebut merk lagi) saja!"

PA: (TERTAWA) "Bagus, bagus. Lucu juga"

I: "Kalau di Jepang (ah, sebut merk), mereka akan malu kalau sudah berbuat kesalahan. Kalau di jaman Samurai dulu, mereka pasti akan harakiri. Kalau di Indonesia (ah, sebut merk lagi), orang yang seperti itu pasti sudah laridiri (melarikan diri, red)"

PA: (TERTAWA) "Kalau begitu, saya akan jadi warga negara Brunei Darussalam (ah, sebut merk lagi-lagi) saja!"



ITONG PUN PERGI KE KAMPUS DENGAN PERASAAN BERGEMURUH DI HATINYA. DIA MALU MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA (MAAP SUTRADARA, NYEBUT MERK LAGI). DIA INGIN MELIHAT KEADAAN NEGARANYA TENTRAM, DAMAI, DAN BERSIH DARI KORUPTOR. TAPI DIA HARUS MENGADU KEPADA SIAPA LAGI? NYARIS TAK ADA KEADILAN YANG HAKIKI DI NEGARANYA. AKAN TETAPI, ITONG MASIH YAKIN BAHWA ADA DZAT YANG MAHA ADIL; HAKIM YANG SEADIL-ADILNYA DALAM MEMUTUSKAN PERKARA DUNIA AKHIRAT.



LAYAR DITUTUP
LAMPU DIMATIKAN

1 komentar: